BALIKPAPAN – Sebagai langkah awal dalam penataan kawasan pesisir secara bertahap, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melaksanakan kerja bakti massal bertajuk Pesisir Merdeka dari Sampah 2026 di kawasan pesisir Kelurahan Baru Ulu RT 17, Kecamatan Balikpapan Barat, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini sekaligus mendorong keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Mewakili Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas'ud, S.E., M.E., Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiuddin, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, lembaga kemasyarakatan, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga media.
“Kegiatan hari ini melibatkan semua pihak. Ada kelurahan, kepolisian, TNI, LKM, masyarakat, pihak swasta, perguruan tinggi, dan berbagai unsur lainnya. Kami dari Disperkim sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu,” ujar Raffiudin.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan pesisir secara menyeluruh.
Sebelumnya, Pemkot Balikpapan juga telah melakukan pemasangan fasilitas pengendali sampah berupa jaring-jaring di kawasan tersebut. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi masuknya sampah dari laut ke kawasan permukiman di sekitar RT 17 Kelurahan Baru Ulu.
“Kami berharap kawasan pesisir ini benar-benar merdeka dari sampah. Pemasangan yang telah dilakukan sebelumnya diharapkan dapat mencegah sampah dari laut masuk kembali ke kawasan permukiman,” jelasnya.
Menurut Rafiuddin, kegiatan Pesisir Merdeka dari Sampah merupakan langkah awal yang akan dilanjutkan ke kawasan pesisir lainnya di Kota Balikpapan. Penanganan tidak hanya diarahkan pada persoalan sampah, tetapi juga mencakup penataan lingkungan dan kawasan permukiman.
“Ini adalah langkah awal dalam penataan kawasan pesisir dengan tagline Pesisir Merdeka dari Sampah. Ke depan akan berlanjut ke RT dan kelurahan lainnya yang berada di kawasan pesisir,” katanya.
Kolaborasi dalam kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Mulawarman, Universitas Mulia, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Selain itu, turut hadir unsur DPRD, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta pihak sponsor dan berbagai elemen masyarakat.
Raffiudin menegaskan, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Ini merupakan kolaborasi seluruh unsur pentaheliks yang ada di Balikpapan, terutama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi. Alhamdulillah semuanya hadir dan mendukung kegiatan pada pagi hari ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pemkot Balikpapan akan menyusun perencanaan penataan kawasan pesisir secara lebih menyeluruh. Selain persoalan sampah, penanganan limbah dan perlindungan terhadap potensi kebakaran juga menjadi bagian dari rencana penataan ke depan.
“Tindak lanjut kami, kegiatan ini baru awal. InsyaAllah akan dibuat perencanaan secara keseluruhan untuk menata kawasan pesisir. Tidak hanya sampah, tetapi juga penanganan limbah dan proteksi kebakaran,” ungkapnya.
Penataan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia, termasuk dalam upaya menjaga kebersihan wilayah permukiman di Kota Balikpapan.
Rafiuddin juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari sumbernya, dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Tetap semangat membersihkan sampah. Semoga pesisir Balikpapan merdeka dari sampah. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan menuju Balikpapan bebas dari sampah,” pungkasnya. (diskominfo/arh)