Balikpapan, Diskominfo – Pemerintah Kota Balikpapan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan dan Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Balikpapan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Balikpapan, Selasa Siang (16/5). Kegiatan ini dilaksanakan guna memantau ketersediaan stok dan harga kebutuhan pokok sebelum bulan Ramadan 1438 Hijriah.
Sidak yang dipimpin Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi diawali dengan mengunjungi Pasar Klandasan. Di lokasi ini, tim memantau harga sejumlah komoditas seperti daging sapi segar, daging ayam, ikan, telur, dan sayur mayur. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi pasar modern di salah satu Mall di kawasan Stall Kuda.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan harga jual sejumlah komoditas berdasarkan pemantauan sidak tidak mengalami perubahan.
“Kondisinya seperti di daerah lain seperti bawang putih 50 ribuan, cuma lombok kecil yang harganya agak mahal,” ungkap Wali Kota.
Meskipun harga jual sejumlah komoditas masih tergolong normal, namun berdasarkan pemantauan tersebut, harga sayur mayur mengalami kenaikan mencapai 100%. “Seperti bayam sampai 12 ribu, biasanya 6 ribuan,” ungkapnya.
Wali Kota mengatakan naiknya harga sayuran tersebut akibat dari meningkatnya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini, sehingga produksi sayur dari petani lokal menjadi berkurang.
“Sebagian sayur sayuran kita dipasok dari Babulu Darat, Karang Joang, dan Teritip, kalau curah hujan tinggi produksinya pasti turun,” lanjutnya.
Oleh karena itu untuk mengatasi mahalnya harga sayuran, Wali Kota menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi sayur mayur yang harganya lebih murah.
“Masih ada sayur lain, jika sayur beningnya sayur bayam bisa diganti dengan sayur beningnya daun katuk,” lanjutnya.
Wali Kota Balikpapan melanjutkan TPID bersama tim terkait akan terus memantau perkembangan harga dipasaran sehingga tidak terjadi lonjakan harga saat ramadan nanti.
“Termasuk dari Tim Kepolisian melalui resersenya untuk memantau jangan sampai ada penimbunan atau permainan stok,” ungkapnya. (Diskominfo/mgm)