Balikpapan, Diskominfo – Pemerintah Kota Balikpapan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah menghimbau masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan lebaran ini agar tidak berbelanja berlebihan, dimana pemerintah kota memastikan stok cukup untuk 4 bulan kedepan.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Arzaedi Rachman mengatakan informasi ini perlu sampaikan agar masyarakat tidak panic buying atau berlebihan dalam menyetok kebutuhan pokok, sehingga berpotensi mempengaruhi stok barang di pasaran.
“Akibatnya stok berkurang otomotis barang susah dicari maka harga jadi naik,” kata Arzaedi, Selasa Pagi (16/05/17).
Menjelang momen Ramadhan dan Idul Fitri biasanya permintaan kebutuhan pokok mengalami peningkatan, yang menyebabkan pasokan dan permintaan menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu sedini mungkin Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan telah berupaya menjaga pasokan tetap stabil sehingga dapat menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak mengalami kenaikan.
Untuk menjaga stabilnya harga kebutuhan pokok, TPID Kota Balikpapan telah memastikan distributor dan pengecer di Kota Balikpapan agar menjaga nilai jual barang ditingkat harga yang wajar dan menjamin ketersediaan barang dapat tercukupi.
“Pada April lalu kami sudah bertemu dengan Distributor dan retail, mereka memberikan informasi bahwa stok kebutuhan pokok mencukupi dan jumlahnya melebihi tahun yang lalu, untuk menjamin ketersediaan stok, mereka telah menandatangani pakta integritas dan berkomitmen untuk menjaga nilai jual barang ditingkat harga yang wajar dan menjamin ketersediaan barang dapat tercukupi,” paparnya.
Arzaedy menambahkan terkait Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan (Mendag) RI tentang ketetapan pemberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas bahan pokok di ritel modern, pihak retail akan menyediakan komoditas sesuai dengan ketentuan HET. Adapun HET yang ditetapkan dalam SE tersebut, yaitu gula pasir sebesar Rp. 12.500,- minyak goreng sebesar Rp, 11.500,- dan daging beku sebesar Rp. 80.000,-.
“Untuk pemantauan HET beberapa komoditas ini akan dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan,” ungkapnya.
Selain memastikan stok di tingkat distributor dan pengecer, lanjut Arzaedi, upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dan TPID untuk dalam mestabilkan harga menyambut bulan suci Ramadhan, yaitu pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan bersama Perum Bulog dan distributor guna membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Dinas perdagangan juga akan melakukan pemantau harga pasokan dan harga setiap hari,” ungkapnya.
Meskipun pasokan kebutuhan pokok dipastikan cukup, namun Arzaedy menekankan lagi kepada masyarakat untuk bijak berbelanja, tidak berbelanja berlebihan, berbelanjalah sesuai kebutuhan jika kita bijak berbelanja, berarti kita ikut serta dalam membantu pengendalian harga dan kebutuhan barang di masyarakat. (Diskominfo/mgm)