Dorong PAD dan Percepat Transformasi Digital, TP2DD Kota Balikpapan Luncurkan Elektronifikasi Parkir
BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan resmi meluncurkan Elektronifikasi Parkir sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Parkir Depan AZKO Balikpapan Permai, Selasa (6/2/2026).
Peluncuran tersebut bertujuan untuk mendorong inovasi serta mempercepat dan memperluas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat integrasi ekonomi dan keuangan digital guna mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efisien, efektif, transparan, dan terintegrasi.
Kick off Elektronifikasi Parkir dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi Keuangan Daerah (PIKEKDA) berupa sarana elektronifikasi parkir berupa unit mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk pembayaran secara non-tunai menggunakan QRIS kepada para juru parkir binaan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan.
Menyampaikan amanat Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam mendukung implementasi ETPD.
“Elektronifikasi bukan sekadar perubahan metode pembayaran, tetapi merupakan langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, efisien, dan modern,” ujarnya.
Ia menambahkan, elektronifikasi retribusi parkir di tepi jalan umum diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal, meminimalkan potensi kebocoran retribusi, memberikan kemudahan dan keamanan bagi masyarakat, serta mendorong budaya transaksi non-tunai yang aman dan tercatat.
Agus Budi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus berani bertransformasi, beradaptasi, dan berinovasi seiring perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, termasuk dalam pengelolaan retribusi daerah dan upaya mendukung Balikpapan sebagai Smart City.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi pendampingan dan sinergi yang terus terjalin antara Pemerintah Kota Balikpapan dan Bank Indonesia, khususnya dalam percepatan implementasi ETPD. Apresiasi juga disampaikan kepada Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan ini.
Agus Budi turut mendorong optimalisasi pemanfaatan mesin parkir elektronik yang telah tersedia sebelumnya agar dapat diaktifkan kembali dan disinergikan dengan perangkat baru yang didukung Bank Indonesia. Menurutnya, upaya ini penting untuk memperluas penerapan elektronifikasi parkir di berbagai titik Kota Balikpapan.
“Ketergantungan terhadap dana transfer pusat tidak bisa terus diandalkan. Oleh karena itu, peningkatan PAD menjadi pilihan utama untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program elektronifikasi parkir tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi, tetapi juga oleh komitmen integritas dan kesiapan sumber daya manusia, baik aparatur pemerintah maupun petugas parkir di lapangan. Ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat, kemudahan penggunaan sistem, serta pelayanan yang ramah, tertib, dan profesional.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa kick off elektronifikasi parkir ini merupakan wujud komitmen bersama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Balikpapan dalam mendukung perluasan ekonomi dan keuangan digital di daerah.
“Digitalisasi merupakan bagian dari Asta Cita, dan Bank Indonesia mendukung penuh upaya tersebut. Ke depan, tidak hanya sektor parkir, tetapi juga transportasi, pasar, dan pariwisata yang berpotensi untuk diterapkan transaksi non-tunai,” jelasnya.
Robi menambahkan, melalui TP2DD dan program PIKEKDA, Bank Indonesia bersama BPD Kaltimtara menyalurkan bantuan berupa 20 unit EDC untuk mendukung implementasi elektronifikasi parkir. Ke depan, kolaborasi akan diperluas ke pasar-pasar tradisional dan sektor ekonomi lainnya.
Menurutnya, transaksi non-tunai akan mendorong peningkatan akuntabilitas, transparansi, serta berdampak pada peningkatan PAD daerah. Oleh karena itu, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat menjadi kunci terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang kuat di Kota Balikpapan.
“Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kota Balikpapan akan terus berkembang,” pungkasnya. (diskominfo/arh)
(foto: diskominfo/Adi Wibisono)