Momen Halalbihalal, Wali Kota Ajak ASN Jaga Kondusivitas dan Kaji Skema WFH

BALIKPAPAN – Suasana hangat menyelimuti halaman Kantor Pemerintah Kota Balikpapan pada Senin (30/03/2026) pagi. Sembari memimpin apel sekaligus rangkaian kegiatan halalbihalal, Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E, menyampaikan pesan-pesan penting terkait kondisi kota saat ini kepada seluruh jajaran ASN.

Di tengah kabar ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, Wali Kota meminta warga Balikpapan untuk tidak merasa cemas, terutama terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Beliau menjamin bahwa stok energi untuk masyarakat masih dalam kondisi aman.

"Kita tetap tenang saja, jangan mudah terpengaruh berita yang belum tentu benar. Negara menjamin ketersediaan bahan bakar untuk kita, jadi tidak perlu ada kepanikan," pesan Rahmad Mas’ud di sela-sela suasana halalbihalal.

Selain membahas stok energi, momen ini juga menjadi ajang evaluasi bagi internal Pemkot Balikpapan. Rahmad Mas’ud mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji wacana kelanjutan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para pegawai.

Kebijakan Work From Home (WFH) tidak hanya dilihat dari aspek kehadiran pegawai semata, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat yang cukup signifikan. Salah satu dampak yang dirasakan adalah meningkatnya efisiensi penggunaan energi, khususnya konsumsi listrik di kantor. Di sisi lain, kebijakan ini juga berkontribusi terhadap penghematan biaya operasional pemerintah, tetapi aspek kualitas layanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Namun demikian, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menegaskan bahwa kelanjutan kebijakan WFH akan dikaji secara komprehensif. Berbagai faktor akan menjadi bahan pertimbangan, mulai dari tingkat produktivitas pegawai hingga kualitas layanan yang diterima masyarakat.

“Pertimbangan utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” ujarnya.


Pemerintah Kota Balikpapan, lanjutnya, berkomitmen memastikan setiap kebijakan yang diambil tidak hanya efisien secara internal, tetapi juga mampu menjaga bahkan meningkatkan kualitas pelayanan publik, tanpa mengesampingkan kesejahteraan pegawai.

Menutup arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya peran jajaran pemerintah sebagai penenang di tengah masyarakat. Ia berharap informasi yang disampaikan ke publik adalah informasi yang menyejukkan dan edukatif, bukan yang memicu keresahan.

"Tugas kita adalah memberikan pemahaman yang benar agar situasi kota tetap terkendali dan kondusif," pungkasnya sebelum melanjutkan kegiatan bersalam-salaman dengan para pegawai. (diskominfo/rzl)