Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengubah arah kebijakan ekonominya dengan mendorong pengembangan industri hilirisasi sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah ini ditopang dengan kesiapan lahan yang cukup luas, mencapai sekitar 130 hektare yang tersebar di kawasan Kariangau serta wilayah Kilometer 13 Balikpapan Utara. Area tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa ketergantungan terhadap industri pengolahan saja tidak lagi cukup untuk mendorong kemajuan kota. Menurutnya, Balikpapan perlu bertransformasi menuju sektor hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar.
Ia menyebutkan, sejumlah aset yang dimiliki pemerintah daerah sebenarnya sudah disiapkan untuk mendukung kawasan industri. Namun, pemanfaatannya hingga kini dinilai belum optimal.
“Lahan di Kariangau dan Kilometer 13 sudah tersedia dan direncanakan untuk kawasan industri, tetapi penggunaannya masih perlu dimaksimalkan,” ujarnya, Senin (4/5).
Ke depan, Pemkot Balikpapan membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat guna mempercepat realisasi hilirisasi. Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, diharapkan pengembangan sektor ini bisa berjalan lebih signifikan.
Bagus optimistis, jika hilirisasi industri berjalan dengan baik, maka aktivitas dunia usaha akan semakin meningkat. Dampaknya, lapangan kerja akan terbuka lebih luas dan masyarakat lokal memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup.
Selain itu, peningkatan serapan tenaga kerja diyakini akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan.
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Pemkot Balikpapan juga terus berupaya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Salah satu faktor penting yang harus dijaga adalah stabilitas dan kondusivitas daerah.
Ia menekankan pentingnya menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif, tanpa adanya konflik sosial maupun gangguan keamanan, agar investor merasa yakin dan nyaman dalam menjalankan usahanya.
“Kepercayaan investor sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah. Karena itu, stabilitas harus terus dijaga agar investasi bisa berjalan lancar,” tegasnya.
Pemkot pun mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga suasana kondusif, demi mendukung keberlanjutan investasi dan pembangunan industri di Kota Balikpapan.