Tahun Baru Islam Jadi Momentum Memperkuat Spirit Hijrah, UAS Ajak Warga Balikpapan Tinggalkan Kemaksiatan

BALIKPAPAN – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Balikpapan sebagai momentum memperkuat nilai-nilai spiritual dan membangun semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Melalui Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS), masyarakat diajak memaknai hijrah sebagai perubahan sikap, perilaku, dan kehidupan menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), Sabtu (4/7/2026) malam, dihadiri ribuan jemaah. Turut hadir Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo, Ketua DPRD Alwi Al Qadri, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa penetapan kalender Hijriah memiliki sejarah yang erat dengan perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam. Ia menerangkan bahwa awal penanggalan Islam bukan ditentukan berdasarkan kelahiran maupun wafat Nabi Muhammad SAW, melainkan dari peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah.

Menurutnya, keputusan tersebut lahir melalui musyawarah para sahabat pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Berbagai usulan sempat disampaikan sebelum akhirnya pendapat Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang menetapkan hijrah sebagai awal kalender Islam diterima secara bersama.

"Hijrah menjadi pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Karena itu, awal kalender Islam dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW," ujar Ustadz Abdul Somad.

Ia menambahkan, proses musyawarah tersebut juga menunjukkan teladan kepemimpinan Islam yang mengedepankan kebersamaan dalam mengambil keputusan.

Lebih jauh, UAS mengajak umat Islam memahami hijrah sebagai proses memperbaiki diri. Menurutnya, makna hijrah pada masa kini bukan lagi berpindah tempat, melainkan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan dan meningkatkan kualitas keimanan serta ibadah.

"Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi awal untuk memperbanyak taubat, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT," pesannya di hadapan para jemaah.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan peringatan Tahun Baru Islam menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Ia berharap kehadiran Ustadz Abdul Somad dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dengan meneladani perjuangan Rasulullah SAW.

"Perjalanan hidup Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa keberhasilan diraih melalui kesabaran, pengorbanan, dan kerja keras. Karena itu jangan mudah menyerah dan jangan pernah berputus asa menghadapi setiap ujian kehidupan," ujar Rahmad.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga mengingatkan pentingnya menerapkan empat prinsip utama dalam menjalani kehidupan, yakni doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal atau yang ia singkat dengan istilah DUIT.

Menurutnya, apabila keempat prinsip tersebut dijalankan secara seimbang, masyarakat akan memiliki optimisme sekaligus semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap peringatan 1 Muharram tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus melakukan perubahan positif, memperkuat persatuan, serta bersama-sama mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang religius, harmonis, dan semakin maju.